Pengusaha Batik Kudus Buat Sajadah Batik

KUDUS, KOMPAS.com — Pengusaha batik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memproduksi sajadah batik. Hal itu dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk dan motif batik untuk bersaing di tengah-tengah kemajuan industri batik rakyat. Pengusaha Muria Batik Kudus, Yuli Astuti, misalnya. Continue reading “Pengusaha Batik Kudus Buat Sajadah Batik”

Kurangi Pewarna Kimia, Para Perajin Batik Kudus Pilih Pewarna Alami

Perajin batik tulis khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mencoba menggunakan pewarna alami untuk mengurangi ketergantungan pada produk pewarna impor yang harganya cenderung mahal karena mengikuti fluktuasi kurs dollar AS.

Continue reading “Kurangi Pewarna Kimia, Para Perajin Batik Kudus Pilih Pewarna Alami”

Selama Ramadhan, Batik Kudus Laris Manis

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS – Omzet penjualan para perajin batik tulis di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, naik secara bervariasi selama Ramadhan 2012 dibanding sebelumnya.

Menurut pemilik Sanggar Muria Batik Kudus, Yuli Astuti, kenaikan omzet penjualan batik tulis mulai dirasakan sejak awal bulan puasa yang ditandai dengan kenaikan jumlah pesanan batik tulis berbagai motif.

Continue reading “Selama Ramadhan, Batik Kudus Laris Manis”

Klasik nan Futuristik Batik Muria Kudus

TRIBUNNEWS.COM – BATIK Muria Kudus saat ini sudah mulai mendapat sentuhan modern. Tak heran, motif dan ornamen yang melekat di kain tersebut menjadikan batik Muria Kudus bergenre klasik nan futuristik.

Menurut pemilik Muria Batik, Yuli Astuti (31), batiknya memang beda daripada batik pada umumnya. Ia masih melestarikan batik tradisi kuno khas Kudus. Corak dan warnanya pun berbeda dari batik kebanyakan. Namun, ia tetap berusaha untuk memasukkan warna modern, sehingga tak ketinggalan mode.

Continue reading “Klasik nan Futuristik Batik Muria Kudus”

SANGGAR MURIA BATIK

EDUKASI BUDAYA SEJAK DINI

KUDUS – Tahun 70 an ketika batik kudus sudah punah generasi penerus batik kudus hampir punah

Beruntung tahn 2005 tinggal 1 orang alm bu ni’amah yg masih bisa membatik dan ini menjadi titik awal perjalanan muria batik kudus untuk melestarikan batik kudus

Batik kudus yang keberadaan yg sudah mati suri saat ini MURIA BATIK sudah mewarnai bagian dari karya batik indonesia

Sebagai wujud kepedulian untuk pelestarian dan pengenalan budaya batik sejak dini maka SANGGAR MURIA BATIK siap kapanpun untuk mengajar membatik.

BUKA LINK VIDEO SANGGAR MURIA BATIK DI https://www.facebook.com/muriabatik/videos/1587406778002464/

Outdoor Activity Muria Batik

Kudus – Selasa (19/03/2017) merupakan hari yang sangat menyenangkan bagi siswa-siswi SDIT Luqman al Hakim Kudus.

Betapa tidak, kegiatan pembelajaran yang biasanya berjalan di kelas di laksanakan di Muria Batik yang dikemas dalam kegiatan Outdoor Activity, sesuai dengan namanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kesegaran fikiran, kesegaran fisik dan tentunya pengalaman keterampilan membatik yang boleh jadi belum  didapatkan ketika pembelajaran di kelas.

Siswa sungguh menikmati kegiatan tersebut apalagi setelah beberapa hari mereka sudah menyelesaikan kegiatan Ulang Tengah Semester II (UTS). Tidak hanya siswa ustadz – ustadzah pun sangat menikmatinya.

Walaupun terasa lelah dan capek namun mereka tetap semangat untuk mendampingi anak-anak, rasa capek dan lelahpun hilang ketika melihat siswa – siswi begitu senang,  gembira dan tampak ceria.

Outdor Activity SDIT Luqman al Hakim merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh sekolah setelah selesai kegiatan UTS. hal ini untuk membentuk karakter anak didik, melatih kerjasama dan melatih keterampilan mereka. (N/R)

 

Sumber : http://sditluqmanalhakim.sch.id/aktivitas-siswa/outdoor-activity-muria-batik

Perajin Buat Mukena dan Sajadah Batik

KUDUS — Perajin batik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuat inovasi baru berupa mukena dan sajadah batik. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan batik Kudus serta memperkaya motif mukena dan sajadah.

Pembatik Muria Batik Kudus, Yuli Astuti, Jumat (6/8/2012), mengatakan, para pembatik mengembangkan dua jenis mukena batik. Ada mukena yang atasan dan bawahan di batik dan ada pula mukena yang atasannya bordir dan bawahan berupa kain batik.

Pengerjaannya menggunakan teknik batik tulis. Motifnya beragam, mulai dari motif kaligrafi, menara Kudus, dan parijoto atau buah khas Pegunungan Muria Kudus.

“Harganya mulai dari Rp 200.000-Rp 850.000 per setel. Lantaran baru diperkenalkan, kami baru memproduksi sebanyak 25 mukena yang dipesan dari Jakarta, Lampung, dan Kudus sekitarnya,” kata Yuli.

Baca Juga :

Strategi Muria Batik Memasarkan Produk Lokal dalam Persaingan Global

Koleksi Sajadah Batik di Muria Batik Kudus

Adapun sajadah, kata Yuli, telah diproduksi para pembatik sejak setahun lalu. Tekniknya bisa batik cap atau tulis dengan motif masjid, menara Kudus, dan kaligrafi.

Peminatnya cukup banyak, terutama dari Jakarta dan Lampung. Pada tahun lalu, sajadah seharga Rp 100.000-Rp 350.000 itu terjual 2.000 potong.

“Pada tahun ini setidaknya hingga menjelang Ramadhan sudah terjual 1.500 potong. Saat ini, kami sedang memenuhi permintaan pembeli dari Jakarta sebanyak 600-1.000 potong,” kata Yuli.

Salah seorang pembeli asal Kudus, Sarofah (31), mengaku tertarik membeli mukena batik karena termasuk inovasi baru. Selama ini, mukena yang dijual di pasaran hiasannya memakai bordir.

“Saya membeli mukena batik untuk suvenir tamu dari Jakarta. Kebetulan momennya tepat, saat Ramadhan,” kata Sarofah.

 

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/08/06/14535918/Perajin.Buat.Mukena.dan.Sajadah.Batik

Strategi Muria Batik Memasarkan Produk Lokal dalam Persaingan Global

Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) gelar Seminar Manajemen dan Goes to UMKM bertajuk “Mengembangkan UMKM yang Kuat Guna Memenangkan Persaingan Global” di Auditorium Kampus UMK, Senin (13/3/2017). Hadir sebagai salah satu pembicara ialah Yuli Astuti dari Muria Batik.

Yuli Astuti menyampaikan bahwa, untuk membuka sebuah usaha, modal finansial bukanlah hal utama yang paling menentukan.

“Yang terpenting adalah tekad dan kemauan keras untuk belajar dan menekuni sebuah usaha,” kata Yuli dalam paparan materinya.

 

Baca Juga :

Ini Sosok Pengusaha Perempuan Inspiratif Asal Kudus

Yuli Astuti, Demi Selembar Kapal Kandas

 

Yuli menuturkan, dirinya menekuni usaha batik karena prihatin dengan hilangnya Batik Khas Kudus. “Saya kemudian bertekad belajar serius sejak 2005, dan selama tiga tahun pertama belum banyak menghasilkan (keuntungan), sehingga hampir putus asa,” kisahnya.

Dia pun mengaku terpanggil untuk bertahan dan lebih serius memproduksi batik khas Kudus, sehingga buahnya pun sudah bisa dirasakan.

“Kini batik Kudus sudah dikenal luas. Saya sudah sering melakukan pameran ke berbagai kota, bahkan ke luar negeri,” paparnya.

Acara yang dibukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. H. Mochamad Edris tersebut, hadir pula sebagai narasumber, selain Yuli Astuti, seperti M. Ikrom dari marketing dari PT. Mubarokfood Cipta Delicia) dan Nono Anik Sukasni dari Prima Pradnadita (Saqinano). (Rosidi)

 

Sumber : https://nusantaranews.co/strategi-muria-batik-memasarkan-produk-lokal-dalam-persaingan-global/