Skip to content

Mengenal Batik Kudus Lewat Motifnya

Yuk mengenal batik Kudus! Batik Kudus dikenal sebagai batik peranakan yang halus dengan isen-isen (isian dalam raga, pola utama) yang rumit. Batik ini didesain dengan warna-warna sogan (kecoklatan) yang diberi corak parang, tombak, atau kawung. Batik tersebut juga dihias dengan rangkaian bunga, kupu-kupu, serta ragam motif lainnya yang sesuai dengan ciri khas Kabupaten Kudus. Yuk, kenali batik Kudus lewat motifnya berikut ini.

  1. Tembakau Cengkeh


    Ini merupakan batik Kudus yang didesain dengan motif tembakau cengkeh. Mengapa didesain demikian? Sebab, Kudus merupakan kota yang terkenal dengan rokok kreteknya. Sehingga, motif tersebut menjadi salah satu ciri khas dari batik Kudus itu sendiri.

  2. Legenda Bulusan


    Batik Kudus yang satu ini diberi corak dengan tema cerita rakyat Bulusan. Pemilik Muria Batik Kudus Yuli Astuti menjelaskan bahwa cerita rakyat Bulusan yaitu berdasarkan tradisi yang diadakan setiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Tempat diadakannya tradisi bulusan ini berada di Desa Bulusan yang konon menurut cerita dahulu ada seorang yang dikutuk menjadi seekor bulus (Kura–kura). Untuk meramaikan tradisi ini biasanya diadakan pasar malam.

  3. Motif Kawung


    Batik dengan corak kawung ini mempunyai makna yang melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. Berpola bulatan yang serupa dengan buah Kawung (sejenis buah kelapa, yang terkadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Batik Kudus yang satu ini juga dihias dengan bunga-bunga cantik.

  4. Kapal Kandas


    Yuli Astuti berhasil mengembalikan kejayaan batik Kudus melalui motif yang paling khas yaitu Kapal Kandas. Motif tersebut terinspirasi dari riwayat kapal Dampo Awang milik kerajaan Cina yang kandas di sekitar Gunung Muria, Kudus pada tahun 1400-an. Ketika itu, kapal tersebut mengangkut rempah-rempah yang berkhasiat sebagai obat-obatan. Lalu, rempah-rempah itu dibibitkan dan dikembangkan oleh para petani di sekitar Gunung Muria.

  5. Motif Gebyok


    Gebyok adalah semacam partisi khas Jawa yang digunakan untuk sekat antar ruang dalam rumah. Fungsinya bukan hanya sebagai partisi, tapi juga sebagai pintu dan juga pengganti dinding. Kudus juga terkenal dengan gebyok. Jadi tak heran bila salah satu batiknya diberi motif gebyok.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *